Rabu, 06 Mei 2015

Mencapai Harapan

Saya yakin pasti ada saja yang mengatakan kalau saya ini kurang kerjaan. Memposting status yang panjangnya minta ampun. Atau menshare tulisan di blog saya ke facebook. Pasti di beranda teman-teman akan nampak foto kecil profil saya. beserta tulisan panjangnya juga. Saya tidak akan bersakit hati, mendendam, mengolok-ngolok, apalagi sampai benci kepada anda. Mudah-mudahan saya tidak sampai hati untuk berlaku demikian. Tapi saya sangat senang sekali apabila anda membacanya. Dan amat senang lagi apabila teman-teman pembaca tidak bersikap apatis terhadap apa yang saya tulis ini.

Tentu saja saya sangat menyadari bahwa postingan saya ini jauh dari kata sempurna. Ditilik dari penyusunan katanya. Penyusunan kalimatnya. Kata sambung antar kata, kalimat, bahkan hingga paragraf. Juga tidak menutup kemungkinan kesalahan dalam isi tulisan yang saya sampaikan. Semua itu karena keterbatasan ilmu atau pengetahuan yang saya punyai. Tentu saja saya berharap ada pembaca yang mampu memberi masukan. Hingga mengajak saya untuk berdiskusi. Sehingga mampu mendekati kata sempurna.

Tapi saya selalu berdoa semoga para teman-teman pembaca memperoleh banyak manfaat dari tulisan yang selalu saya posting tiap waktu. Untuk itu yang saya lakukan adalah senantiasa menambah pengetahuan dari baca buku, majalah, atau bahan bacaan lain yang sekiranya bermanfaat untuk disampaikan. Terkadang saya juga mendapat banyak pelajaran dari kejadian-kejadian di sekitar. Bahkan saya rasa lebih banyak ilmu yang dapat diambil dari lingkungan apabila kita mampu merenung mencoba memahami setiap kejadian dan menyimpulkannya. Saya rasa itulah alasan mengapa Allah memberikan akal. Nikmat yang luar biasa bukan?

Perlu teman-teman tahu setidaknya ini adalah usaha yang dapat saya lakukan untuk mencapai harapan dan cita-cita saya. Terkadang kita harus berbuat yang overdo. Sehingga tidak menutup kemungkinan orang lain yang tidak tahu mengatai kita gila, stress, sinting, gak waras. It is never mind. Orang inggris bilang begitu. Lain lagi kalau orang jawa. Ia pasti bilang begini. Iku ora po po! Kalian juga bisa melakukan hal yang serupa untuk mencapai harapan dan mimpi kalian.

Tak usah terlalu di permasalahkan orang mau bilang apa. Yang terpenting kita masih merasa yakin bahwa apa yang kita lakukan itu dalam jalan yang benar. Tidak mengganggu orang lain. Apalagi sampai merugikan orang lain untuk mencapai tujuan atau harapan yang baik. Selalu optimis bahwa kita mampu melakukan sesuatu yang di rasa mustahil. Karena kita punya tempat memohon dan meminta yang bagiNya tidak ada kata mustahil. Kepada siapa lagi tempat memohon itu kalau bukan pada Allah Swt. Tuhan yang mampu memasang surutkan lautan. Begitu juga memasang surutkan hidupmu.

Pil Pahit itu, Harus Ditelan!

Bersyukur! Mungkin satu kata yang tepat untuk hasil sore ini. Bagaimanapun juga kami telah berusaha. Memeras otak. Mengintimi materi-materi yang telah di tentukan. Hingga memahami maksud-maksud perbutir dari pasal-pasal itu.

Sore ini mau tidak mau kami harus berlapang dada menerima hasil yang tidak sesuai harapan. Merengek, menangis, apalagi sampai menjerit-jerit tidak akan mengubah apapun. Banyak beralasan pun juga tak akan membuat terlihat hebat. Realitanya kami telah kalah bersaing.

Kalau boleh dikatakan rasanya kalah itu kurang lebih sama dengan rasanya patah hati. Manis di muka pahit di akhir. Bukankah seperti itu kawan? Tapi setidaknya kami boleh berbangga. Itulah buah dari usaha kami.

Sehingga Kami harus menelan pil pahit itu. Meskipun rasanya tak nyaman dilidah tentu Tak enak rasanya. Saat-saat yang paling memuakkan itu harus kami lalui. Sesuai menelan pada umumnya. Tak mungkin ujuk-ujuk pil pahit itu langsung di perut. Pastinya harus melewati mulut terlebih dahulu. Dan disitulah lidah berada. Organ yang mampu meresakan aneka rasa, mulai dari manis sampai pahit.

Yang terpenting dan perlu kita tahu. Bukan berarti pil pahit itu tak punyai sisi baik. Kata siapa? Obat-obat kebanyakan rasanya pahit. Tapi di sisi lain mampu memberi efek yang baik bukan? Sebagai penyembuh suatu penyakit. Misalnya.

Sehingga yang dapat dilakukan hanyalah berkhusnudzon dan bersyukur bahwa ini adalah hasil terbaik yang di berikan Allah. Selalu ada hikmah di balik setiap kejadian. Tinggal mau apa tidak kita meniliknya. Bukankah Allah telah berjanji selalu ada kemudahan setelah kesulitan. "Ina Maal Usyri Usra". telan saja pil pahit itu. Selanjutnya bersabar. Niscaya Allah akan memberikan sesuatu yang lebih baik dan tak pernah terduga-duga sebelumnya. Entah kapan itu terjadi. Hanya Allah Yang Maha Penulis Skenario Terbaik. Yang tahu.

Senin, 04 Mei 2015

Diguyur Perundang-undangan

Sudah 168 jam lamanya Aku berkutat dengan materi-materi yang ada sangkut pautnya dengan pasal-pasal, ayat-ayat, bab-bab, serta Perpres, Inpres, atau apalah itu yang kesemuanya berbau peraturan perundang-undangan. Otak serasa dibebat kemudian dijerat dengan tali yang di ujungnya di beri bandul seberat puluhan kilo. Sudah pasti berat sekali. Ingin rasanya sejenak kubenamkam kepalaku pada bantal yang nyaman. Ya Tuhan pasti enak sekali rasanya.

Tapi didepanku tumpukan materi tentang pasal-pasal itu masih membukit. Kira-kira masih ada lima puluh lembar folio lagi yang harus ku libas malam ini. Aku hanya bisa menghela napas. Menilik secara teliti kata demi kata yang tak kunjung habis.

Suasana kamarku lengang. Beberapa jam yang lalu kedua orang tuaku telah beranjak memejamkan mata. Begitu juga dengan dua saudaraku. Adik dan kakakku. Mungkin mereka sudah terlalu lelah karena rutinitas harian yang tak ada henti-hentinya. Tentu saja itu sekolah. Hanya sejenak berhenti jika angka di kalender yang bersandar di dinding berwarna merah.

Aku kembali menyeka dahiku. Mengusir keringat yang menyembul. Mencoba mengumpulkan kembali semangatku yang kebanyakan telah berserakan di tempat tidurku. Kembali meraih satu bendel materi. Membacanya di bawah sinar lampu belajar yang menyilaukan mata. Jika tak ada lampu pijar ini mungkin dari tadi kepalaku sudah tersandar tak sadar pada meja belajar didepanku ini. Huh...lampu ini selalu bisa mengusir rasa kantukku. Meskipun leher bagian belakangku mulai terasa nyeri.

Setidaknya Aku juga harus bersyukur. Semua ini akibat peristiwa yang terjadi setahun lalu. Aku dan tiga orang temanku berhasil menjuarai sebuah kompetisi cerdas cermat perkoperasian tingkat kabupaten. Aku masih ingat. itu adalah buah manis dari usaha yang telah kami lakukan.

"Good job!","Congratulation!"," selamat kawan!", ucapan banyak orang yang kami temui. Mereka tersenyum riang sambil manjabat tangan kami kemudian mengayunkan beberapa kali keatas dan kebawah. Aku pun sedikit terheran-heran, tidak menyangka atas keberhasilan ini. Semua itu jelas karena ikhtiar dan doa yang tak henti-hentinya kulayangkan pada-Nya tiap waktu. Alhamdulillah. Terimakasih atas nikmatmu Ya Allah.

Dan hari ini adalah pertanggung jawaban dari peristiwa setahun lalu. Dua hari lagi terhitung dari malam ini Aku dan kedua temanku harus mewakili kabupaten Lamongan untuk mengikuti lomba di tingkat Provinsi. I'm coming Surabaya! Sorak-sorai dalam benakku malam ini. Di tengah kelelah-letihan tubuhku.

Biarlah, Aku harus berusaha terlebih dahulu baru menerima hasilnya. Malam ini semakin lengang di kamarku. Suara derik puluhan katak terdengar lamat-lamat diluar sana. Sudah tiga hari ini Lamongan di guyur hujan deras. Sedangkan aku sudah dua minggu lebih di guyur perundang-undangan. Dua jam lagi mungkin aku baru bisa terlelap.

Minggu, 03 Mei 2015

Dua Pelajaran

Cibiran tentu saja tidak datang ketika kita diam saja. Tak berbuat apapun untuk perubahan diri. Tapi cibiran, hinaan, cemoohan akan datang ketika kita berbuat  sesuatu diluar kemampuan kita. Tentu saja itu adalah pihak-pihak yang mungkin tidak suka akan tindakan kita. Bisa saja mereka iri oleh apa yang kita lakukan dan mereka tak mampu untuk melakukannya.

Kejadian ini serupa dengan apa yang Kick Andy siarkan pada minggu (3/5) pukul 13.00 WIB. Tentang guru-guru cacat yang luar biasa. Mereka mampu membuat perubahan dengan mendirikan sekolah gratis untuk siswa-siswanya. Hebat sekali bukan. Dan ini nyata terbukti.

Sebut saja Maftuhatul Khoiriyah salah seorang guru perempuan yang salah satu kakinya harus diamputasi karena sebuah kecelakaan. Ia mengaku banyak mendapat cibiran dari warga ketika hendak mendirikan sekolahan gratis. Manamungkin anak seorang petani mampu mendirikan sekolah gratis, mimpi kali! Itulah salah satu cibiran yang sering di ucapkan warga kata Miftakhul khoiriyah ketika di tanya oleh Andy F. Noya (host acara Kick Andy)

Tapi bagaimana reaksi selanjutnya dari seorang guru luar biasa ini. Menyerah? Mengurungkan niat karena cibiran warga? Tentu saja tidak kawan. Malah diluar dugaan Ibu guru ini mampu mendirikan sekolah SMP bertingkat. Bisa dibilang mewah dan gratis pula. Sehingga banyak anak-anak yang kurang mampu bisa bersekolah. Melanjutkan pendidikan dengan tenang tanpa terbayang-bayang jeratan biaya sekolah.

Dari mana anda mendapat biaya untuk mendirikan sekolah yang terbilang mewah itu? Salah satu pertanyaan Andy saat terheran-heran melihat foto sekolah yang di tampilkan dilayar kaca. "Tentunya semua bukan dari biaya yang saya miliki. Semua itu karena bantuan dari teman-teman. Alhamdulillah ada saja jalannya. Banyak donasi-donasi yang berdatangan memberi sumbangan. Salah satunya biaya BOS. Itu cukup membantu biaya pendidikan", Ibu guru Maftuhatul juga menjawab pertanyaan dengan penuh senyum keheranan.

Jadi ada dua pelajaran yang dapat kita ambil dari kasus diatas. Pertama tak usah pedulikan cibiran orang lain selama kita merasa pada jalan yang benar. Niat kita tidak salah. Apalagi niat kita untuk membantu. Ini niat yang baik bukan? Dan satu hal yang harus kita tahu. Pesawat dapat terbang karena melawan angin bukan sebaliknya. Jadi kita tidak harus mengikuti arus lingkungan. Sehingga akhirnya tidak mampu terbang sebab menggubris lingkungan yang belum tentu benar.

Yang kedua, jangan takut Allah bersama-sama orang yang berniat baik. Pasti ada saja bantuan. Pasti ada saja jalan. Pasti ada saja hal-hal mustahil yang mampu dilewati. Yang terkadang membuat kita sendiri tercengang keheranan. Kok bisa ya!. Semua itu karena bantuan dan pertolongan Allah. Yakinlah itu!

Sabtu, 02 Mei 2015

Keistimewaan Tulisan

Dengan tulisan kita mampu mengabadikan sesuatu yang seharusnya menguap bersamaan dengan berjalannya waktu.

Dengan tulisan juga kita mampu mengikat. Kejadian yang tak ingin terlepaskan.

Dengan tulisan kita mampu memenjarakan emosi yang meluap-luap. Bak ombak yang berhamburan memnghempas tegarnya karang.

Dengan tulisan juga kita mampu berkhayar tanpa terbatasi apa yang dinamakan dimensi.

Dengan tulisan kita mampu beramal jariyah. Dengan menyampaikan ilmu-ilmu yang kita tahu.

Kamis, 09 April 2015

Senyum Ibu Pertiwi


Pemuda …!
Ibu pertiwi yang sedang menangis
Melawan hitam legamnya luka
Diterpa badai derita yang tak bertuan

Sudah cukup kau lalui duri zaman
Perdarahan yang kau tumpahkan
Tak ada henti-hentinya mengalir
Tak inginkah  kau sumpal perdarahan itu

Ibu pertiwi…!
Kini senyum mulai tergambar malu-malu
Terlihat seberkas cahaya menghapus hitam
Bunga-bunga harapan mulai merekah

Darah-darah mulai mengering
Bersamaan dengan terbitnya sang pagi
Yang menari-nari menghapus derita
Karena pemuda harapan telah bangun dari tidurnya.

Muhammad F. Anshori

Fase-fase Hidup

semua itu ada harus melalui fase-fasenya. tidak ada orang sukses yang muncul secara tiba-tiba. katakanlah dia seorang dokter. punya rumah sakit. penghasilannya ratusan juta tiap hari. itu hanya enaknya saja yang dapat kita lihat sekarang. tapi yang jarang kita pikirkan bagaimana proses seorang itu bisa menjadi dokter berpenghasilan jutaan rupiah tip hari.

pastinya memang harus sekolah. mulai dari TK selama kurang lebih dua tahun. Sekolah Dasar kurang lebuh selam enam tahun. lalu melanjutkan Sekolah Tingkat Pertama (SMP) kurang lebih tiga tahun. kemudian Sekolah Menengah Atas (SMA) selama 3 tahun juga. selanjutnya jenjang yang lebih tinggi, Harus mengambil kuliah jurusan Kedokteran di sebuah universitas. baru bisa menjadi seorang dokter. kurang lebih itu adalah proses bagaimana menjadi dokter.

tapi semua itu tidak sesimple itu. jika kita tahu sekian banyak halangan-halangan yang telah ia runtuhkan. halangan dan rintangan yang seringkali membuat pesimis. semangat meredup. seolah semuanya mustahil. setiap orang mengalami kesulitan-kesilatannya sendiri. dan wajib untuk dihadapi jika ingin memeluk senyuman esok lusa.....